“aku rindu” ucapmu waktu itu. ingin kuucapkan kalimat yang sama, meski tak aku katakan karena terlanjur dirasuki kecewa. Bisa kusimpulkan bahwa kau sebenarnya tidak sepenuhnya rindu, namun hanya merasa kosong tanpa perhatianku. Begitu lucu, ku tertawa melihat usahamu menjaga perasaanku. Perasaanku tak perlu kau jaga, karena semuanya sudah tak seberdebar dulukala. Kau datang dengan manja dan tanpa rasa bersalah, aku terima. Kau perlu dengan begitu butuh tanpa rasa kaku, aku bantu. Setelahnya, aku melepas bebanmu, kau pergi berlalu. Kembali dengannya mengumbar bahagiamu, dan lupa akan perasaanku.
Jumat, 01 Januari 2016
HUJAN PERTAMA YANG KUTERJANG BERSAMAMU
Hujan siang itu sempat menahanmu untuk tinggal, duduk bersama denganku di bangku depan kelas. Akupun turut sengaja menemani mu berlama-lama, menunggu hingga hujan reda. Kita pun larut dalam cerita, ada canda ada tawa. Tak pernah sebelumnya aku berbincang dengan seorang gadis dengan penuh keterbukaan. Obrolan tentang pengalaman, hobi dan cita-cita mengiringi suara rintik hujan di atap kelas.
Sabtu, 26 Desember 2015
MENGARTIKAN CINTA MELALUI KAMU
Dua bulan sudah setiap detik yang terlewati terasa penuh bunga. Seakan dunia mimpi dan dunia nyata tidak lagi berbeda. Seakan hari-hari yang telewati tidak pernah berlalu menjadi kemarin. Seakan semua hal yang pernah ku jadikan alasan untuk tidak melakukan kewajiban tak lagi mampu mencegah aksiku. Dua bulan ku hidup berbagi, menerima dan memberi waktu yang berharga dengan seorang wanita hanya untuk saling membari perhatian satu sama lain.
Langganan:
Postingan (Atom)


